Memotret yang baik dengan kamera saku

siapa bilang dengan kamera saku gak bisa memotret bagus? anda boleh tanya kepada para photographer proffesional sekalipun, mereka biasanya juga mempunyai kamera saku. apa kelebihannya? bentuknya yang ringkas, mudah dibawa & siap untuk mengambil momen-momen dadakan dengan quick setting.

Dengan kamera pocket pun anda tak perlu ‘skeptis’ merasa tak akan bisa menghasilkan photo yang bagus. ada beberapa tips bagaimana menghasilkan gambar yang bagus, kata kuncinya “kenali kamera anda”. berikut beberapa tipsnya:

  1. Pegang kamera dengan benar, sering melihat orang motret dengan satu tangan kan? nah itu salah, yang benar pegang dengan kedua tangan, posisi kedua siku tangan merapat ke badan. tujuannya tidak lain adalah mencegah kamera untuk tidak shake, sehingga gambar lebih ‘still’. biasakanlah memegang kamera dengan benar.
  2. Kenali simbol simbol di kamera anda. mode cepat dalam kamera saku bukan sembarangan digunakan, setiap mode punya artinya sendiri, pahami simbol simbol dalam kamera saku anda. gambar gunung, memotret pemandangan. gambar orang ya untuk memotret orang dst. Gunakan mode cepat itu sesuai object yang akan diambil photo nya.
  3. kenali komposisi photo, jika photo orang rame rame berbarengan jangan lupa untuk mengatur posisi teman teman anda, khususnya tinggi badan mereka. kemudian pikirkan juga apa yang akan anda ambil, setengah badan atau seluruh badan. jangan lupa pikirkan letak orang tersebut. Sedangkan untuk mengabadikan momen dimana anda berada, misalnya dipantai atau digunung, adalah tidak bagus jika menempatkan satu orang di tengah photo. ambil posisi 1/3 bagian disebelah kiri/kanan untuk object orang, & 2/3 untuk latarbelakang atau background.
  4. Photo Malam? tentu sering kita jumpai hasil jepretan kamera pocket nge blur saat malam hari, untuk mensiasatinya, bilang kepada subject photo untuk sejenak diam sebelum dan setelah shutter kamera di tekan. kalau perlu gunakan flash kamera, jangkauan flash ini maksimal sekitar 5 meter didepan anda.
  5. Hindari penggunaan Flash pada siang hari. karena flash ini hanya akan membuat penyebaran cahaya menjadi tidak rata, cenderung ‘harsh’
  6. Pilih waktu motret, waktu memotret yang baik adalah pagi dan sore hari. pagi sebelum jam 9 dan sore hari setelah jam 3, karena cahaya matahari tidak terlalu terang dan sebaranya baik, tidak banyak contrast antara benda dengan bayangan.
  7. Ada Setting Manual? dibeberapa kamera saku ada setting manual, jika ada kenali settingan tersebut, ini erupakan kelebihan kamera saku anda. Gunakan iso serendah mungkin saat kondisi terang, dan gunakan ISO tinggi untuk kondisi gelap.

*memotret bukan bicara kamera apa yang anda gunakan, tapi ide dan hasilnya seperti apa*

itulah sedikit sharing tips dari saya, semoga membantu πŸ™‚

SBPC

i just meet them, just joined their comunity. now i’m one of them. and our community Called SBPC that stands for South Borneo Photography Club.
tommorrow we will hunt, sounds good πŸ™‚

f/16 rule

pernah dengar the third rule? ternyata (haiayah) ada aturan lain lagi, kalai ini bukan aturan tentang komposisi melainkan aturan tentang teknis foto, khusus untuk foto landscape dalam kondisi sunny.

aturan ini cukup menghemat waktu kita, karena hanya perlu mengingat sedikit hal, berikut detailnya :

pakai diafragma f/16 dan shutterspeed 1/ISO detik

misalnya saya memakai ISO 100, maka f/16 dan 1/125 detik

misalnya saya memakai ISO 400, maka f/16 dan 1/400 detik

misalnya saya memakai ISO 800 maka f/16 dan 1/800 detik (tidak direkomendasikan memakai ISO tinggi)

semoga membantu

 

Saturation, Hue & Luminousity

Saturation, Hue & Luminousity
3 hal diatas pernah ada dalam pikiranku, apa yang membedakan diantara ketiganya. waktu itu saya bingung karena dengan merubah salah satu dari mereka, warna image bisa berubah. tapi kemudian saya tahu dari buka buka ebook, ketemu arti Saturation dan Hue. dan akhirnya Luminousity juga saya temukan langsung di web canon japan.

this image is taken from http://www.canon.jp

  • Saturation saya artikan sebagai kekentalan warna, dengan mengganti slider saturasi berarti kita menambah atau mengurangi kekentalan warna tersebut
  • Hue saya artikan sebagai lingkaran warna, bayangkan sebuah lapangan lari berbentuk lingkaran yang berisi perubahan warna, anda berada di tepi CD tersebut dan berlari, maka akan anda temui warna biru kemudian ungu, kuning, hijau coklat kemudian merah dan kemudian kembali ke warna biru (cmiiw). dengan mengganti slider Hue berarti kita mengganti warna dasar dari image tersebut
  • Luminousity adalah tingkat kecerahan warna (perhatikan bahwa hal ini berbeda dengan saturasi), dengan menggeser slider luminousity berarti kita telah mengatur tingakat gelap terang warna.

sekarang tercerahkan bukan?

firware update canon EOS 7D

EOS 7D firmware update: download click HERE (just click link beside to download)

The EOS 7D Mark III firmware update (Version 1.0.9) incorporates the following fixes:

1 – Improves AF accuracy during Live View shooting.

2 – Corrects a phenomenon where, in rare instances, movie images shot by the camera may exhibit abnormal colours.

3 – Corrects a phenomenon that, at certain timings, the shutter cannot be released when the camera’s built-in flash or an external Speedlite is used for shooting.

Firmware Version 1.0.9 is for EOS 7D cameras with firmware up to Version 1.0.8. If the camera’s firmware is already Version 1.0.9, it is not necessary to update the firmware.

*copy from canon europe

3 kebiasaan buruk mendasar photography

menghasilkan photo yang bagus tidak terlepas dari meninggalkan kebiasaan buruk saat memotret. masalahnya banyak orang tidak menyadari kebiasaan buruk mereka.

dengan mengetahui dan kemudian meninggalkannya, hasil photo jepretan akan mengalami peningkatan. lalu apa saja itu? nah list ini akan membantu mengenali kebiasaan buruk tersebut (dan kebiasaan buruk ini gampang untuk dihilangkan!!)

1. memegang kamera secara tidak benar, tangan mengangkang seperti sayap pesawat adalah tidak benar, biarkan siku merapat pada badan agar kamera tidak mengalami shake. karena arah rambat cahaya yang bergetar dalam kamera juga mempengaruhi hasil jepretan.

2. tidak dekat dengan object jepretan. berusahalah untuk menjadi satu dengan object, melebur dengan mereka dan jepret dari jarak sedekat mungkin dengan object. tapi ingat safety first!

3. tidak mengkomposisi frame. langkah sederhana untuk mengkoposisi frame adalah dengan melihat pada view finder dan menggeser penglihatan ke kiri dan ke kanan sehingga anda rasa frame yang dilihat menarik. ingat pula aturan rule of third (oops, belum pernah menulias aturan dasar ini, lain waktu mungkin)

semoga membantu …

dasar editing format RAW

bingung dengan definisi tools pada photoshop?? sama dong … πŸ˜€

tapi ulasan berikut semoga cukup membantu bagi kita yang ingin memperbaiki foto pada format camera RAW, :

  1. raw basicExposure : dengan adjusment ini, kita dapat menambah atau mengurangi exposure secara keselurahan
  2. Recovery : membantu mengembaikan detail yang hilang pada bagian highlight. dan format RAW akan lebih fleksible untuk disesuaikan daripada formar JPEG
  3. filllight : menambahkan sedikit cahaya pada photo, mesedikit mirip dengan exposure. Memperbaiki bagian yang gelap tanpa membuat bagian yang hitam menjadi over.
  4. Blacks : biasanya kita akan menggunakan adjusment balcks ini jika sebelumnya kita mengatur slider filllight. fungsinya menambah contrast pada shadows dan mempertahankan midtones dan highlight.
  5. brightness : membuat yang putih semakin putih. mempertahankan highlights dan mengembangkan shadows.
  6. contrast : menambah detail pada foto, bagian hitam pada midtones akan semakin hitam, dan bagian putih pada midtones akan semakin putih.