Archive for May, 2009

senja utama saat fajar

judulnya membingungkan, iya memang …, tapi tidak untuk yang sering perjalanan jakarta ke jogja atau solo dengan kereta bisnis. senja utama nama salah satu keretanya.IMG_4947 copy

waktu itu perjalanan saya mulai dari pangkalan bun (kalimantan tengah) – Jakarta, transit di balikpapan kalbar, tentu ini bukan acara hunting photo brur …, ini acara kantor!. tiba di jakarta jumat malam, sabtu ada meeting di kantor pusat, jangan bayangkan saya sebagai orang penting, saya hanya menjadi asrot, alias asisten sorot LCD, karena saya yakin slide teknik takkan ditagih bos besar, yang dibahas apalagi kalau bukan RAB. singkat cerita senin siang masih ada rapat yang gak jelas arahnya, dan saya disuruh balik ke kalteng. dasar orangnya sotoy, saya nawar, “pak, minta sehari dong pulang ke klaten”, dengan tampang memelas, dan sukses!

senin malam langsung ngacir pake ojek ngejar kereta senja utama, dalam kereta hanya tidur semalaman, menjelang pagi bangun, rupanya sudah mau masuk jogja, iseng iseng berhadiah, kamera aku keluarkan, moga moga ada momen bagus tak terlewat. sejenak menunggu sambil ngobrol dengan teman di sebelah, orangnya tampak ‘apa adanya’ dengan rambut keritingnya.

sekilas aku lihat kereta berbelok, langsung aku lari ke belakang gerbong, untuk sekedar mengambil photo keretanya, tak banyak waktu untuk setting kamera, mengandalkan mode TV dan sedikit melihat bacaan bukaan kamera. dan gambar diatas itulah hasilnya, hehehe …

nb : btw, orang yg kuajak ngobrol dikereta ternyata script-ter nya Tawa Sutra ANtv, mantan wartawan.

Advertisements

Road to Bromo Mountain Indonesia (backpack)

Bromo is one of the amazing mountain view at East Java, Indonesia. Actually bromo located at Pasuruan, East Java. There are two way to reach bromo, from Probololinggo, and the other one from Malang.IMG_4355-1-2copy

Herein I will share the detail route from probolinggo. Firstly and easily access is from Surabaya-state city of East java-. Surabaya has international airport either bus terminal. If you travel by plane, you need go to second bus terminal called Bungur Asih buy taxi. from bungus asih termonal you should continue to Probolonggo bus terminal. There are many bus travel to Probolinggo. After we come to bus terminal of Probolingggo, u just need to continue your travelling by mini bus (the origin people called it taxi – not actually taxi). I suggest you to reach probolinggo before 5.00pm, cause the ‘taxi’ is not available at the evening. This ‘taxi’ will guide you to cemoro lawang –the last stop -. You can get sleep right here at the hotel or by rent the house of the community. I suggest you to book ‘hardtop’ while you take dinner. The ‘hardtop’ will guide you at the early morning at 4.00am to climb to bukit penanjakan – the view point of bromo, what an un forgettable moment -. After that, you will guide to kawah bromo itself. You need to hike to kawah bromo, to see how bromo produce the cloud. And you can continue your vacation to the last destination around bromo called padang savanna.

Here the detail –approximately cost- :

Juanda Airport (Surabaya) – Bungus asih bus terminal    by taxi around IDR 200.000.-/car

Bungur asih bus terminal – Probolinggo bus termina        by bus around IDR 14.000.-/person

Probolinggo bus terminal – Cemoro lawang (las stop)     by “taxi” around IDR 25.000.-/person

Hotel                                                                                                     around IDR 1.000.000.-/room

(note if u don’t mind to get sleep at house or the community, you just spend money about IDR 100.000/room)

The hardtop to guide you around bromo                              around IDR 300.000,-/carIMG_4385-2copy

Hope you can enjoy your vacation, enjoy the beauty of Indonesia… 🙂

regards,

poer

tips photo air terjun – waterfall

tertarik memfoto air terjun? ternyata tak segampang yang dibayangkan lho. karena sifat air sebagai motion elemen, dan high contrast, memaksa kita harus jeli-jeli matering waktu (sebagai konsekuensi dari gerakan air) dan matering exposure (sebagai konsekuensi dari high contrast dari air itu sendiri). nah dua itu kuncinya.IMG_4299copy2

saya pribadi lebih suka menghasilkan gambar yang memperlihatkan flow atau gerakan air, bukan hanya menjadikan efek salju/kapas pada air tersebut. karena efek flow air lebih susah dari pada efek kapas. untuk menghasilkan efek flow air yang bagus, perlu didapatkan matering waktu yang baik pula. bisa dikatakan matering flow air berkisar antara sepertiga (1/4) detik sampai dengan 3 detik, tergantung dari seberapa deras aliran air itu sendiri. oleh karena itulah kebutuhan tripod adalah suatu keniscayaan.

tak kalah pentingnya adalah matering exposure. air memang unik, dia lebih banyak memantulkan cahaya dari pada benda sekitarnya. jika fokus diberikan pada air, maka biasanya sekeliling air akan cenderung under. berangkat dari sini, lebih baik fokus tidak diarahkan pada air itu sendiri melainkan di tujukan pada benda sekililing air, misalnya batu atau dedaunan yang dirasa punya matering rata rata.

ada tambahan untuk menghasilkan exposure yang pas. filter sebagai jawabannya, khususnya filter ND. tapi anda juga dapat menggunakan filter CPL, atau kombinasinya. jika hanya menggunkan filter CPL terpaksa kita harus mencari waktu terbaik, harus pagi atau sore sekalian. jika punya beberapa filter ND tentu akan lebih membantu.IMG_4333copy

mental yang perlu diingat adalah kita harus sering sering menarik nafas panjang, pasalnya kita sering ‘terlena’ dengan keindahan alam waterfall. sehingga kita sering lupa teknis pengambilannya.

semoga berhasil …!! nb : photo-photo ini diambil di jumog, masih sekitar tawangmangu, karanganyar, solo, jawa tengah.