Archive for February, 2009

mencegah shake tanpa Tripod

tripodakhirnya saya punya tips sendiri (maksudnya dari pengalaman pribadi), tentang tips bagaimana mencegah foto kita blur akibat shake saat pengambilan photo. tips ini terutama berguna khususnya pengambilan photo slowspeed dibawah satu detik. jika photo slowspeed direncanakan di atas 1 detik, maka tripod atau dudukan stabil perlu ada. nah bagaimana caranya? mudah saja,

saat kita memegang kamera dengan tangan (jari), maka carilah tumpuan kedua selain jari, misalnya hidung atau pipi anda, jika memungkinkan gunakan dengkul atau siku anda saat memotret dengan angle rendah.

ini ada contoh photo yang saya ambil di pantai lampuuk, banda aceh, tanpa tripod

contoh-tips-tripod

demikian tips dari saya, salam …

Advertisements

merawat lensa kamera

microfibre-clothshasil photo sangat dipengaruhi oleh kondisi lensa. bagi seorang hobbyist photo, perawatan lensa merupakan hal yang tidak bisa ditinggalkan. berikut ini tips merawat lensa kamera:

  1. untuk membersihkan bagian luar dari lensa, tidak dibutuhkan alat khusus, cukup dengan peralatan ppembersih seadanya, hanya saja kita harus memastikan alat pembersih tersebut bebas dari kotoran, lembut dan kering.
  2. sedangkan untuk bagian ‘lens glass’ kita memerlukan pembersih jenis mikrofiber, urutan membersihkan lensanya: bersihkan debu yang menempel terlebih dahulu dengan blower, carilah blower yang ukuran sedang atau kecil, kemudian hembuskan nafas anda ringan pada ‘lens glass’ untuk sekedar memberi kelembaban. dan yang terakhir usaplah ‘lens glass’ tersebut dengan kain mikrofiber.
  3. lensa juga dapat berjamur jika jarang digunakan, jika kita mempunyai banyak stok lensa, lebih baiknya jika kita menyimpannya pada ruangan yang terlindung dari debu, bisa menggunakan ruang kaca seperti akuarium, dan pasanglah lampu yang cenderung hangat, untuk sekedar menjaga suhu supaya jamur tidak mudah berkembangbiak pada ruang kaca yang telah kita siapkan khusus tadi.
  4. jika kita punya banyak lensa, tentu akan sangat lebih tepat jika kita membeli dry box dengan silica gel didalamnya, silica gel akan menjaga kadar kelembaban. untuk mengukur kadar kelembaban diperluakan alat hygrometer, kadar kelembaban yang cukup baik adalah 30%-50% agar jamur tidak berkembangbiak di lensa kita. silica gel sekarang juga tersedia dalam bentuk re-charge melalui sambungan listrik, jadi lebih praktis, dan harganya relatif terjangkau yaitu sekitar 100 ribu rupiah.

tips memilih lensa bekas

imageslensa bekas? tidak masalah tentunya bagi para hobbyist photo, salah satunya karena faktor harga yang cenderung terjangkau dari pada harga barunya. tetapi bagaimana cara memilih lensa bekas yang bagus? sehingga kita tidak akan kecewa dikemudian hari.

beruntung saya dapat konsultasi dengan photographer senior, sehingga beliau memberikan pencerahan kepada saya yang saat itu bingung mau mencari lensa bekas, berikut ini penjelasannya :

  1. usahakan jangan membeli lensa bekas via internet, karena akan lebih baik jika anda datang langsung mencoba lensa tersebut.
  2. pergilah ke toko lensa, coba lensa yang baru, mengertilah tentang ring AF dan ring zoom-nya. beberapa lensa berputar ring AF nya saat ia mencari fokus, hal ini akan berpengaruh pada penggunaan filter circular polarize (CPL). dengan anda mengerti kondisi lensa yang baru, diharapkan nantinya anda mendapatkan acuan perbandingan untuk lensa bekas.
  3. kemudian cari lensa bekas, perhatikan kondisi fisik luarnya, jika ada aus pada ring zoom atau sedikit pudar warnanya, maklumilah hal tersebut. tetapi anda jangan mau berkompromi dengan cacat pada lensa karena benturan. lihatlah pula bagian depan lensa, apakah kondisi nya masih mulus atau sudah terkena baret.
  4. yang tidak kalah penting adalah perhatikan baut di bagian luar dan dalam lensa, jika kondisi baut tidak bagus, berarti lensa tersebut pernah di buka sebelumnya.
  5. untuk kondisi dalam lensa, bawalah senter kecil untuk melihatnya, bisa dari depan atau dari belakang, perhatikan debu yang menempel pada bagian dalam lensa. apakah masih bisa di tolerir atau tidak.
  6. cobalah pasang lensa tersebut pada kamera. untuk ngecheck DOF (depth of field) gunakanlah selembar kertas koran. letakkan koran pada bidang datar, ambil photo koran tersebut pada sudut sekitar 40 derajat. fokuskan pada salah satu kata, misalnya kata “curanmor”, lihat hasilnya, jika kata curanmor lebih jelas dibanding kata2 disekitarnya.., berati kondisi lensa masih bagus, akan tetapi hasil photo bisa menunjukkan miss fokus jika yang tajam bukanlah kata curanmor tersebut, pengecheckan ini sangat bermanfaat terutama untuk lensa dengan spesifikasi bukaan diafragma yang besar, seperti diafragma f/2.8 kebawah.

itulah tadi ilmu yang saya dapatkan, semoga kawan mendapatkan lensa bekas yang terbaik dan sesuai kebutuhan.

esensi melihat

pernah dibingungkan diantara memilih kamera merk nikon atau canon? atau merk yang lainnya turut membingungkan pula?

sebelum pertanyaan pertanyaan tersebut menghantui pikiran kita, marilah sejenak mengambil sisi lain kamera dan assesoriesnya. memang menyenangkan sekali ketika mempunyai alat baru dan mulai memahami tombol-tombol yang ada padanya, tetapi mereka semua hanyalah alat. kita perlu kembali ke dasar photography itu sendiri yaitu penglihatan kita.

jika kita serius dalam belajar photography, maka kita akan mempunyai pandanganyang berbeda mengenai apa yang dilihat. kita akan mempunyai feel yang lain tentang warna, bentuk, pola, garis, tonal, moment dan juga ekspresi maupun aktivitas manusia.

hal yang menantang berikutnya adalah bagaimana membawa kamera anda di waktu dan tempat yang tepat untuk menghasilkan gambar dari object yang anda lihat. melihat dan memutuskan angle mempunyai nilai yang sama pentingnya dengan mengerti kamera kita. sedangkan mengerti kamera anda akan berjalan beriringan dengan semakin banyak kita mengambil photo.

menyajikan object dalam kemasan ‘berbeda’ tentu akan lebih menarik. tetapi point pentingnya adalah bagaimana kita akan melihat object, mengambil sudut pandang yang terbaik, sehingga tersaji photo yang baik pula.

-mari melatih mata kita-